Curuk, Waterfall-nya Merbau Mataram
09.41
Curuk.
Begitu warga setempat menamainya. Menjadi salah satu tempat yang sering dikunjungi
ketika musim hujan tiba, namun belum menjadi landmark-nya Merbau Mataram. Hehe. Bagi orang yang belum pernah
berkunjung ke kecamatan Merbau dan sekitarnya, pasti merasa asing dengan tempat
wisata ini. Namun, bagi yang sering hiking
naik turun gunung, lokasi ini menjadi salah satu tujuan yang sangat
menyenangkan.
Terletak
di antara dua gunung (atau perbukitan tinggi), membuat sebuah aliran sungai
yang memiliki air terjun. Yah, nggak tinggi-tinggi amat sih. Tapi sesuai dengan
gunungnya yang tidak terlalu tinggi juga.
Perjalanan
ke sini membutuhkan waktu ± 1 jam setelah memarkirkan kendaraan di dusun paling
ujung Desa Sumberejo. FYI, jalan menuju desa satu ini bisa saya bilang membuat
kita merasa sedang berkendara ke surga. Jalannya berbatu besar, berkelok-kelok,
kanan hutan, kiri jurang. Silap sedikit, nyemplung ke bawah. Haduuh. Belum lagi
tempat yang sepi, membuat kita sebagai pengunjung merasa was-was plus
deg-degan. Untungnya, jarak antara perumahan satu dengan perumahan lain tidak
terlalu jauh. Jadi kalo ada begal, tinggal teriak aja (NB: asal jangan mati
duluan). Eeehh, jangan takut dulu. Di sini ngga ada begal, kok. Cuma suasananya
aja yang sepi. Buat orang disekitar sini, sih, biasa.
Oh
iya. Untuk pergi ke Desa Sumberejo dari pusat kecamatan sendiri memakan waktu sekitar
20 menit. Bukan karena jauh, tapi lebih karena jalan yang kurang baik. Nah,
nanti, silahkan berkendara sampai ujung desa ini (cukup ikuti jalan), lalu
parkirlah di rumah paling ujung (jangan lupa izin terlebih dahulu dengan
pemiliknya). Dari sini, Anda harus berjalan kaki menuju sumber air. Yah karena
ini gunung, perlu naik sampai puncak, lalu turuuuuunnn ke bawah. Hati-hati ya. Belokannya
tajam. Jangan lupa mengendalikan kecepatan kaki, jangan terlalu cepat. Anda
bisa terperosok ke jurang!
Setengah
jalan menuruni gunung, Anda harus berbelok ke kanan kalau ngga mau kebablasan
sampai Panjang. Jalan setapaknya kecil, di bawah sebuah pohon. Orang yang
pertama kali pergi ke sini biasanya akan nyasar kalo ngga liat jalan setapaknya
duluan. Jalan setapak ini akan membawa Anda menyusuri sungai berbatu yang akan
menuntun Anda untuk menemukan air terjun. Sungainya berbatu besar dan licin,
apalagi saat memasuki musim penghujan. So,
be carefull.
Jalan sungai menuju Curuk
Dan
setelah mengalami pengalaman super menyenangkan dan mendebarkan plus melelahkan,
I would like to say, Welcome to Curuk!
Sungai Curuk
Air terjun di Curuk
Anda
boleh kok mencicipi airnya, asal di tempat yang tidak diinjak manusia. Jika
ingin, Anda boleh naik lebih ke atas dan Anda akan menemukan sumber air yang
sangat segar. Waaahhh!
Di
sini terdapat tiga air terjun dan tentunya bertingkat. Penulis sendiri, cuma
berani menginjakkan kaki di air terjun pertama, karena untuk mencapai air
terjun di atasnya, harus menaiki lereng yang cukup terjal. Saya takut jatuh.
Rasa
lelah yang tadi hinggap akan segera lenyap begitu Anda nyemplung ke dalam air. Sangat menyejukkan! Dan tempat yang sunyi membuat
lokasi ini cocok untuk tempat bersantai dan menikmati bekal bersama teman.
Oh
iya, jangan membuang sampah sembarangan. Jika memang ada sisa plastik makanan
dan sebagainya, lebih baik dimasukkan terlebih dulu ke tas yang Anda bawa lalu
membuangnya di kotak sampah. Walau belum menjadi lokasi wisata resmi, namun
kebersihan di sini harus tetap dijaga. Setuju, guys? So, tertarik untuk berkunjung? :D
#Let’sVisitLampung




0 komentar